ID #6385
Pulau SEBATIK
Profil Pulau SEBATIK |
| PROVINSI |
: Kalimantan Selatan |
Print View |
| KABUPATEN |
: KOTA BARU |
| KECAMATAN |
: Sebatik |
| DESA |
: - |
| LUAS |
: 247 km2 |
| LETAK GEOGRAFIS |
: 04 10? 00?? LU - 04 01? 37? LU dan 117 41? 05? |
| REGULASI |
: - |
| Foto |
Peta |
|
|
| INFORMASI UMUM : |
| Sebatik
merupakan salah satu pulau kecil yang berbatasan dengan Negara
Malaysia. Dalam Buku Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara, Pulau
Sebatik merupakan salah satu pulau terluar yang menjadi prioritas utama
pembangunan karena berbatasan langsung dengan negara tetangga. Di Pulau
Sebatik terdapat Titik Dasar No. TD 036 dan Titik Referensi No. TR 036.
Pulau Sebatik merupakan pulau yang wilayahnya terbagi menjadi 2 (dua)
bagian, sebagian wilayah merupakan daerah teritorial Negara Malaysia
dan sebagian masuk dalam wilayah Indonesia. |
| DEMOGRAFI DAN SOSIAL BUDAYA : |
| Akses
menuju Pulau Sebatik dapat menggunakan transportasi udara dan
dilanjutkan dengan transportasi laut. Jalur transportasi udara dilalui
melalui rute penerbangan Kota Balikpapan-Kota Tarakan yang dilayani
oleh beberapa maskapai penerbangan dengan jenis pesawat berbadan lebar
dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dan jalur penerbangan Kota
Tarakan-Kabupaten Nunukan dapat ditempuh dalam waktu 0,5 jam dengan
penerbangan reguler 3 kali sehari. Perjalanan dari Kota Tarakan juga
dapat ditempuh menggunakan transportasi laut yaitu menggunakan kapal
cepat dengan jalur pelayaran dari Kota Tarakan ke Kabupaten Nunukan
atau Kota Tarakan ke Pulau Sebatik setiap hari. Apabila menggunakan
kapal perintis, perjalanan hanya sampai di Pelabuhan Nunukan.
Kapal-kapal tersebut adalah KM. Kerinci, KM. Gunung Awu, KM. Umsini,
KM. Agomas, KM. Telaga Fitma, Samarinda Express dan Balikpapan Express.
Dari Kota Nunukan untuk menyeberang ke Pulau Sebatik dapat menggunakan
perahu motor tempel atau speed boat yang membutuhkan waktu 10-15 menit.
Perjalanan menuju pusat Kecamatan Sebatik yaitu Sungai Nyamuk dapat
menggunakan speed boat yang membutuhkan waktu 1,5 jam, sedangkan
perjalanan melalui darat membutuhkan waktu 3-4 jam karena kondisi jalan
yang belum baik. Kondisi jalan Pulau Sebatik terbagi atas jalan yang
telah diaspal sepanjang 12 km dari Desa Pancang hingga Desa Tanjung
Karang, Jalan yang berbatu sepanjang 48 km di Desa Tanjung Karang dan
Desa Setabu dan jalan tanah sepanjang 47,7 km di kelima desa yang ada. |
| GEOFISIK DAN KLIMATOLOGI : |
| - |
| OCEANOGRAFI : |
| Pulau
Sebatik memiliki iklim yang sama dengan iklim di Provinsi Kalimantan
Timur yaitu adanya musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau terjadi
pada bulan Mei-Oktober sedangkan musim hujan terjadi pada bulan
November-April. Keadaan ini terus berlangsung setiap tahun yang
diselingi oleh musim peralihan. Selain itu, karena terletak di daerah
khatulistiwa maka iklim di Pulau Sebatik dipengaruhi oleh angin Muson,
yaitu angin Muson Barat pada bulan November-April dan angin Muson Timur
pada bulan Mei-Oktober. Pulau Sebatik secara umum beriklim panas dengan
suhu udara rata-rata 27,8 C, suhu terendah 22,9 C pada bulan Agustus
dan tertinggi 33 C pada bulan April. Kelembaban udara berkisar antara
44% ? 100% dengan kecepatan angin rata-rata 0,5 knots. Penyinaran
matahari rata-rata 58,5 persen, terendah 44 persen pada bulan Juni dan
tertinggi 76 persen pada bulan April. Berdasarkan data stasiun
klimatologi periode 1998-2000, curah hujan rata-rata 2.280 mm/tahun
dengan bulan basah terjadi pada bulan Mei, Juni, Oktober dan Desember
(curah hujan > 200 mm/bulan) dan tanpa bulan kering (< 100
mm/bulan). Di luar bulan-bulan tersebut curah hujan berkisar antara
100-200 mm/bulan. |
| SARANA DAN PRASARANA : |
| - |
| POTENSI SUMBERDAYA ALAM : |
| - |
| PENGEMBANGAN : |
| - |
| PERMASALAHAN : |
|
Pengembangan yang perlu dilakukan di Pulau Sebatik antara lain sektor
pertanian dan perkebunan serta sektor perikanan (budidaya dan tangkap),
melalui pengembangan teknologi budidaya, pengolahan pasca panen,
penyediaan sarana dan prasarana, pemberdayaan masyarakat, akses
permodalan usaha, pengembangan mata pencaharian alternatif dan
perluasan akses pasar, serta pengembangan pariwisata bahari melalui
penyediaan sarana dan infrastruktur serta peningkatan promosi yang
lebih baik.
|
Tags: Pulau SEBATIK
Related entries: -
2334/1%Terakhir diperbaharui: 2009-06-30 18:55
Penulis: Dessy Pratiwi
Revision: 1.0
Anda tidak diperbolehkan untuk memberikan
komentar pada materi ini